Kamis, 31 Desember 2009

KHALIFAHhimpass - Hidayah & Iltizam Pimpinan Sinar Syahid: BICARA MAAL HIJRAH 1431 (iii)

KHALIFAHhimpass - Hidayah & Iltizam Pimpinan Sinar Syahid: BICARA MAAL HIJRAH 1431 (iii)

Sabtu, 16 Mei 2009

Khutbah Dajjal: Kebenaran?

Khutbah Dajjal: Kebenaran?

Kamis, 09 April 2009

HALAL DAN HARAM

Ketika kita berbicara tentang haram, maka yang terpikirkan oleh kita adalah makanan yang dilarang, namun makanan yang dilarang tersebut bukanlah sesuatu yang mutlak keharamannya, dimana didalamnya ada pengecualian dan pengampunan yang dapat membuat manusia terhidar dari azab yang menyiksa.



Namun pada kesempatan ini kita berbicara dari sisi pandang yang lain, yaitu bentuk suatu pengharaman yang di buat oleh lidah manusia dengan bertujuan mengalangi manusia kepada jalan kebenaran dan suatu pernyataan dari manusia yang seolah olah mengagungkan tuhan tapi pada dasarnya mebatasi kekuasaan tuhan.



Sedangkan pengharam yang dibuatkan oleh Allah agar manusia mendapat pelajaran dari pelarangan itu dan juga mendapat pelajaran bagi yang melanggar pelarangan tersebut dengan catatan mereka kembali bertobat. Yang dimana tata cara bertobat telah diatur didalam Al quran:



Taubat yang didasari atas ketakwaan. Taubat atas peritah Allah, taubat ketika Allah meyeru untuk kemabali bertauabat.



31. Hai kaum Kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.


Orang yang menyeru tersebut mendapat perintah dari Allah untuk mengatakannya kepada kamu melalui lisan rasulnya dan yang sekarang disebut sebagai mukmin atau ulama pewaris nabi.


31. Katakanlah ( hai orang-orang beriman yang diperintahkan untuk menyeru kepada mereka yang mau percaya) "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.



64. dan Kami tidak mengutus seseorang Rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya Jikalau mereka ketika Menganiaya dirinya[313] datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun(ulama pewaris nabi) memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.


[313] Ialah: berhakim kepada selain rasullullah


Bila mereka mau beriman kepada yang menyeru dengan mengikuti sang penyeru, maka mereka itulah yang akan kembali, merekalah orang yang mendapatkan ampunan dari Allah, itulah yang dinamakan sebenar – benarnya thobat, taubat yang dilandasi atas ketakwaan, taubat yang dikarenakan menjalankan perintah Allah, yang perintah itu sama wajibnya dengan perintah sholat dan perintah yang lainnya. Dan dari menjalankan perintau bertaubatlah islam didapatkan.


Jadi taubat yang tidak menerima orang beriman kepada Allah dan rasulnya yaitu orang yang diperintahkan untuk menyeru(ulama pewaris nabi) maka sia-sialah perbuatannya: akibat keingkaran mereka yang telah berjumpa dengan Dia yang menyeru kepada kebanaran dengan mengumandangkan kalam kalam dari Tuhannya Rabbul alamin



104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.



Taubat adalah perbuatan yang baik, namun taubat yang bukan dikarenakan perintah Allah dan tidak menjalankan perintah Allah adalah taubat yang sia – sia dikarankakan hanya membaca suatu tilisan yang mengatakan thobat bagi orang yang berbuat salah, maka dia thobat. bagaimana dengan mereka yang telah diakui sebagai ustad, atau ahli ibadah, seperti kaumnya yang merasa ahlulsunnah wal jamaah, bagaimana mereka dapat mengetahui bahwasanya kekotoran masih melakat pada diri mereka, jika imam mereka mengatakan untuk thobat mereka tidak mau melakasanakan imamnya, kerena tidak ada kewajiban mereka untuk memtaati imam sebagimana mentaati rasul. sedangkan Allah hanya bisa berbicara kepada hambanya melaui perantaranya, yaitu para imam dan pemimpin yang memiliki pengikut. dan apa jadinya bila mereka tidak mentaati pemimpin mereka, maka tidaklah mereka menjadikan Allah sebagai yang disembah.

105. mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia[896], Maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak Mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.



TAUHID KERASULAN

Nabi Allah = Rasulullah = Kalifahtullah= Ulama Pewaris Nabi Allah = E S A

MUKMIN = SI -HAKIM = SI QURAN = DIA SI-AKHIR

Dia Si pembangkit = Dia Si kiamat = Dia Si hisab=Dia Si pembalasan




Merakalah pewaris kalimat kalimat Tuhan yang maha luas dan meliputi segala sesuatu, tetapi kebanyakan manusia tidak menyadarinnya:

yang kita taati tanpa membedakan ketaatan atara satu dengan yang lain, karena meraka adalah satu, yaitu pemimpin bagi orang yang beriman.


109. Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)".


27. dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah[1183]. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.


7. mereka hanya mengetahui yang lahir (apa yang mereka dapati dari bapak-bapak mereka dan dari kitab – kitab yang mereka pelajarin) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.


Akhirat = si Akhir = Nabi Allah = Rasulullah = Ulama pewaris nabi Allah = Kalifahtullah => ESA. Mukmin. SI HAKIM SI QURAN


Suatu pernyatan yang bersifat membatasi kekuasaan tuhan, menghalangi ulama pewaris nabi yang ianya juga termasuk golongan yang umi dalam menyampaikan wahyu yang telah diwarisi kepadanya dari para penerima wahyu pendahulunya ulama pewaris nabi yang menjadi pemimpin dan ikutan bagi orang yang mau beriaman dengan menjiddal atau mendikte ulama pewaris nabi, apakah ulama pewaris nabi tersebut mengetahui 14 alat tulis dalam menafsirkan Al quran atau menguasai sastra Arab atau bahasa intelek, cendikiawan cerdik pandai , jangankan 14 alat tulis dalam menafsirkan Al quran atau mengusai sastra arab. Yang ianya sendiri orang Indonesia tidak mengetahui bahasa sastra Indonesia atau pribahasa dan segala perumapamaan, yang iya juga bukan seorang yang intelek atau cedikiawan kaumnya cerdik pandai. Dia hanyalah seorang yang awam, ummi, yang Cuma bisa berbicara dengan bahasa orang kampung, wong deso.yang sebatas mendapat perintah dari Allah SWT untuk mengatakan dan menyampaikan ayat – ayat Allah tanpa merubah bentuk kalimatnya

Akibat penjiddalan oleh manusia itu sendiri merupakan bentuk suatu pengharam agar kebenaran itu tidak tersentuh, dan cahaya Allah agar jangan menerangi.

Ilmu Allah meliputi segala sesuatu, dan allah mendatangkan rasulnya dari berbagai golongan, ada seorang yang dipandang anak pungut, ada yang dipandang sebagia anak buangan, narapidana , ummi, anak yatim piatu atau dipandang sebagai anak haram ada juga berasal dari golongan yang terpendang atau seorang raja, dari golongan ahli kitab atai cendikiawan dan juga ada yang dari golongan penderita penyakit yang membuat orang tidak ingin mendekati apalagi mengikutinya, dari berbagai golongan itu Allah menurunkan petunjuknya sesuia dengan tingkatan pikiran atau cara pandang berpikirnya suatu golongan seperti nabi Allah Sulaiman As. Yang mengerti semua bahasa binatang, saat becara dengan anak sd dia tidak menggunakan bahasa anak smp, dan saat ia berbicara dengan anak smp dia tidak berbicara denga bahasa mahasiswa, maka dari itu Allah menurukan petunjuk yang dapat dimengerti semua golongan kecuali golongan yayup dan ma’jub serta orang pekak


.22. Sesungguhnya binatang yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tulis yang tidak mengerti apa-apapun.

39. dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya[473]. dan Barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus.

[604] Maksudnya: manusia yang paling buruk di sisi Allah ialah yang tidak mau mendengar, menuturkan dan memahami kebenaran.

93. hingga apabila Dia telah sampai di antara dua buah gunung, Dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan

Dua golongan inilah yang gemar mengingkari dan serta senatiansa menolak setiap ketarangan kebenaran yang datang





35. dan berkatalah orang-orang musyrik: "Jika Allah menghendaki, niscaya Kami tidak akan menyembah sesuatu apapun selain Dia, baik Kami maupun bapak-bapak Kami, dan tidak pula Kami mengharamkan sesuatupun tanpa (izin)-Nya". Demikianlah yang diperbuat orang-orang sebelum mereka; Maka tidak ada kewajiban atas Para rasul, selain dari menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.


Perbuatan orang musyrik yang gemar berjanji dusta dengan berkata bohong , seperti orang – orang musyrik sebelum mereka.. bahwasanya mereka tidak mengharamkan sesuatu apapun tanpa(izin)-Nya..(rasul tidak ada lagi)


Bentuk suatu pengaharam dengan cara mendustakan para utusan yang menyeru menyampaikan keterangan.. dengan bahasa tidak baiknya mereka menjawab.. jangan ikuiti dia.. dia sesat.. dia gila.. dia mengada – ngada atau berbagai ucapan buruk lainnya..



Ternyata mereka seringkali mengaharamkan sesuatu tanpaNya..(suatu contoh dalam hal keduniaan)



1. bila Nya disini diartikan izin Allah.. maka tak ada yang bisa menambah jumlah yang telah ditetapkan Allah.. contoh rokok.. siapa yang bisa bertanya kepada Allah supaya Allah mengharamkan rokok.. atau kamu meminta izin kepada Allah supaya rokok diharamkan..kemudian setelah izinnya didapat baru bisa diharamkan.. permasalahnya siapa yang bisa mendapatkan jawaban Iya dari Allah.. kemudian .. kamu mengatakan .. sudah diizikan Allah.. bahwasanya rokok haram..


Bila Allah ada bebicara kepada manusia berarti manusia tersebut mendapatkan wahyu/.. yang isi wahyunya.. ROKOK HARAM*


*dunia kamu lebih tau jika kamu punya rasul diantara kamu



2. Bila Nya disini diartikan rasul… maka jika kamu menfatwakan mengaharamkan sesuatu dan fatwa tersebut diizinkan oleh rasul , maka menjalankan sesuatu yang benar.. kenapa ..? karena rasulpun akan bertanya kepada tuhannya.. bila tuhannya izin.. maka rasulpun izin..



3. Dan bila nya disini diartikan pemimpinmu.. yang kamu dengan pemimpin ada suatu ikatan janji setia atau ikrar sumpah setia.. yang satu sama lain saling mengakui.. pemimpin mengakui kamu yang dipimpin atau pengikut dan dia sebagai pemimpin atau dikuti atas diri kamu dan kamu mengakuinya, yang dimana dengan demikan terjadinya ikatan tanggungjawab.. pemimpin bertanggungjawab terhadap yang dipimpinnya dan pengikut mentaati kata pemimpin..


Kembali pada masalah haram… jika kamu sebagai pengikut mengeluarkan fatwa haram dan fatwa itu disetujui oleh pemimpin kamu.. maka fatwa tersebut dapat dijalankan dengan catatan… fatwa tersebut berlaku bagi orang yang mengakui pemimpin yang memimpin kamu adalah pemimpinnya juga.. contoh ada suatu kelompok masa yang dinamakan kelompok masa ABC yang didalam kelompok tersebut ada pemimpinya.. maka fatwa haram tersebut hanya dapat dijalankan didalam kelompok masa ABC tersebut…


Namun pada intinya pengharaman yang sangat tidak disukai oleh Allah dengan melarang manusia menyapaikan kebenaran yang datang pada dirinya dan menghlangi manusia agar tidak beriman kepada manusia yang lain..


Untuk kategori yang pertama tentang izin


disini kita tidak membahasnya dikarenakan.. siapa yang bertanya kemudian Allah menjawabnya kemudian siapa saksinya bahwasanya Allah menjawabnya kepada yang bertanya…?


Untuk kategori yang kedua tentang rasul,


rasul tidak tau tetang rokok dan tidak ada fatwa dari rasul tentang rokok haram.. atau rasul tidak ada lagi menurut mereka..dengan mengatakan rasul tidak ada lagi sudah merupakan suatu bentuk pengharaman.. melarang Allah untuk mengutus rasulny kembali yang akan kembali murnikan agamanya dengan menegakkan Al quran.


Dan untuk kategori yang ketiga,

ini mungkin bisa menjadi acuan untuk mengetahui seatu suatu kebenaran..


Setiap keputusan yang diambil bersading dengan Tanggungjawab (al Quran),, maka jika kita ingin mengambil sesuatu keputusan yang memiliki sesuatu yang akan meminta tanggungjawab namun kita tidak mau bertanggungjawab maka dari itulah diperlukan kita miminta izin dari yang bertanggungjawab atas diri kita.. seperti seorang makmum yang meminta izin kepada seorang imamnya, pemimpinnya atau orangtuanya .. bila si makmum, pengikut atau si anak melakukan kesalahan terhadap orang lain maka yang bertanggungjawab adalah yang bertanggungjawab atas mereka.. dengan catatan bila simakmum, pengikut atau anak telah meminta izin.. tapi bila mereka yang dipimpin tidak meminta izin, maka yang bertanggungjawab adalah dirimerka sendiri, jadi benarlah peringatan rasul.. yang beliau mengatakan , lebih baik dipimpin oeh pemimpin yang jahat selama seratus tahun daripada tidak punya pemimpin,, namun yang dipimpin benar-benar menjalankan kewajibannya sebagai pengikut, yaitu DENGAR KATA PEMIMPIN DAN TAATI…*


Ingat hal ini hanya berlaku bila pengikut tidak menduakan pemimpin atau menomor dua(2)kan pemimpin…


Menduakan pemimpin dengan cara mengakui ada pemimpin yang lain atau selingkuh,


Me-nomor-dua-kan pemimpin adalah mendahulukan keinginan diri daripada keingin pemimpin sedangkan kinginan pemimpin adalah keinginan Allah.



Dengan catatan, setiap pemimpin pada intinya mengajak bersatu dalam kebenaran, walau ada pemimpin yang tidak mau bersatu dengan pemimpin yang lain. Yang dikarenakan :


32. Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.



173. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah[108]. tetapi Barangsiapa dalam Keadaan terpaksa (memakannya) sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Bangkai yang berjalan tidak layak untuk dijadikan pemimpin atau guru, yang dimana bangkai tersebut tidaklah hidup dengan wahyu (Kebenaran)


Darah merupakan makanan dari nyamuk, orang yang sifatnya suka memeras jeripayah orang lain demi keuntungan dirinya sendiri, inilah suatu bentuk perbudakan dan dari sisi lain;


Darah juga merupakan tempat tersimpannya penyakit dan obat yaitu orang yang mencumpur adukan kebenaran dengan kebatilan, yaitu percaya dengan berita besar yang disampaikan kepadanya tapi tidak percaya kepada pembawa berita besar.



Contohnya :


114. dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.



Ketika dibacakan ayat yang berisikan perintah mendirikan sembahyang dengan yang didalam perintah itu dijanjikan penghapusan dosa mereka berbondong – bondong melaksanakannya. Tapi ingat :



35. sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.



Apa yang menyebabkan kekafiran mereka, hal ini disebabkan :

90. dan Sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: "Hai kaumku, Sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu. itu dan Sesungguhnya Tuhanmu ialah (tuhan) yang Maha pemurah, Maka ikutilah aku dan taatilah perintahku".



Ketika dibacakan ayat yang didalamnya terdapat perintah untuk mengikuti dan untuk mentaati perintah yang membacakan(yang meyeru) Mereka membantahnya, padahal harun(ulama pewaris nabi) adalah penggati musa ketika musa sedang menghadap tuhanya. Mereka tatep perpendirian hanya kepada musa dan tidak menghedaki adanya pengganti musa, apa yang dikatakan harun merupakan perintah dari Allah untuk disampaikan kepada umat musa. Kekafiran mereka bukan disebabkan kerena telah menyembah putung anak sapi yang terbuat dari emas yang diberi suara melainkan dikarnakan tidak mau mengikuti harun dan mentaati perintah harun yang diperintahkan oleh Allah.



80. Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia telah mentaati Allah. dan Barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.



91. mereka menjawab: "Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami".


92. berkata Musa: "Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat,


93. (sehingga) kamu tidak mengikuti Aku? Maka Apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?"


94. Harun menjawab' "Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku; Sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): "Kamu telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanatku".


Inilah kekawatiran ulama pewaris nabi ketika sepeninggalnya yang mewarisi atas apa yang telah diamanatkan rasullah kepada penggatinya. Umat senantiasa dari zaman kejaman menyebah jasad atau beriman kepada yang awal dan mengingkari yang akhir(ulama pewaris nabi).


95. berkata Musa: "Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) Hai Samiri?"


96. Samiri menjawab: "Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, Maka aku ambil segenggam dari jejak rasul lalu aku melemparkannya, dan Demikianlah nafsuku membujukku".



Inilah yang banyak terjadi dizaman sekarang. Setelah ditinggalkan rasul. Atas bujuk rayuan samiri dengan peninggalan ajaran rasulnya, umat diajak untuk melaksanakan segala ajaran rasulnya, tapi meniadakan penggantinya yang memimpin umat.



Seruan mereka tetap taati Allah taati rasul, tapi rasulnya tidak adalagi orangnya yang ada cuna ajarannya, dengan melaksakan ajarannya berarti telah mentaati rasulnya. Demikianlah prasangkaan mereka. Mereka telah meniadakan wasiat yang telah di ditinggalkan rasulnya untuk umatnya.



sedangkan penggati rasul(ulama pewaris nabi) tetap mengatakan ikuti aku(bukan yang telah wafat) dan taati aku, dengan mengikuti aku, maka kamu telah mengikuti rasulmu terdahulu, dengan mentaati aku sesungguhnya kamu telah mentaati perintah rasulmu.



Apa jadinya bila umat tidak punya ikutan lagi. Dan kepada siapa mengharapkan petunjuk, sedangkan Allah telah membuatkan jalannya untuk dilalui oleh oran – orang beriman.


Sehingga terjadilah golongan yang gemar memakan darah, ,memakan daging babi dan bangkai. Yang semuanya sanrgat disukai oleh kebayakan manusia tanpa disadari oleh manusia itu sendiri.



Daging babi yang iya dinutrisi oleh makanan yang kotor yang dia senang mgotori diri walau dia gemar mandi. Namun mandi bukan pada air yang jernih tapi pada Lumpur



Sangat sedikit orang yang terpaksa untuk melakuakan perbuatan yang haram sangat jarang setusasi memaksa kita melakukan perbuatan yang haram, apalagi hal itu memang tidak menginginkannya. Setiap manusia berbeda jalan hidupnya.. bagi yang yang melanggar apa yang telah ditetapkan oleh Allah, dan dia menyadari akan pebuatanya , maka dia tidak terkena dosa, dengat catatan bermohonlah pengampunan dari Allah dengan mengakui kesalahan tersebut.. janganlah kita mengahakimin seseorang telah berdosa atas perbuatanya ..selain sebatas memberikan keterangan yang jelas(berwasiat)*



*tabahan : berlakunya suatu wasiat jika yang berwasiat telah wafat, tapi jika masih hidup dinamakan nasehat, berlakunya suatu wasiat hanya kepada orang yang dituju atau dimaksud yang berhak menerima wasiat yaitu pewaris dari yang mewasiatkan..



89. Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, Maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi Makan sepuluh orang miskin, Yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, Maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).



bila bersumpah atas nama siapa..? diri pribadikah ? pemimpinkah? Atau ulamakah? ..berjanji setia kepada siapa


bila atas nama pribadi bila dilanggar maka ada kafarat sebagai sebagai jalan menembus pelagaran atau menarik sumpah tersebut,


bila atas nama pemimpin , dan pemimpin itu melanggar, maka kewajiban pemimpin berikutnya untuk membayar kafarat pendahulunya tersebut, dan jika


atas nama ulama, ulama tersebut meninggal dan ada penerus dari ulama tersebut yang juga sebagai ulama, maka ulama penerus tersebut melaksanakan kafarat dari pendahulunya..namun jika ulama penerus juga melanggar sumpah dari pendahulunya dia juga melaksanakan kafarat tersebut.



148. orang-orang yang mempersekutukan Tuhan, akan mengatakan: "Jika Allah menghendaki, niscaya Kami dan bapak-bapak Kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) Kami mengharamkan barang sesuatu apapun." demikian pulalah orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (para Rasul) sampai mereka merasakan siksaan kami. Katakanlah: "Adakah kamu mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kamu mengemukakannya kepada kami?" kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu tidak lain hanyalah berdusta.



Yang bertanda hitam sebagai peringatan bagi yang mengeluarkan fatwa jangan mengikuti prasangkaan karena mereka yang mengeluarkan fatwa tidak atas dasar perintah tuhan..melainkan atas dasar ilmu.. amal dan ibadah.. bukan takwa, yang dinamakan takwa adalah atas dasar perintah tuhan.



150. Katakanlah: "Bawalah kemari saksi-saksi kamu yang dapat mempersaksikan bahwasanya Allah telah mengharamkan (makanan yang kamu) haramkan ini" jika mereka mempersaksikan, Maka janganlah kamu ikut pula menjadi saksi bersama mereka; dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sedang mereka mempersekutukan Tuhan mereka.


Yang diharamkan mereka adalah para rasul..baiat tidak wajib kepada imam



Kebanyakan dari manusia bila berbicara halal dan haram akan mengarah kepada makanan, tapi ingat bukanlah makanan yang akan menjerumuskan manusia kedalam neraka melaikan perpalingan manusia dari mencari kebenaran dan melaksanankan kebenaran, suatu hal yang sering kita lihat pengharaman yang terjadi didalam kehidupan, menghalangi (manusia)diri untuk mencari kebenaran dengan mengatakan kesesatan pada yang lain sedangkan dia melupakan diri dan senantiasa menyalahkan yang lain sedangkan al quran membenarkan apa yang ada pada mereka bila mereka mau ikut.



47. dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik



Untuk mengetahui suatu jalan yang lurus tentulah harus ada pemamdunyanya yang dimana dia menjadi ikutan bagi yang ingin kepada jalan yang lurus, yaitu orang yang telah diberi nikmat atas mereka Al Quran(ulama pewaris nabi)



38. orang yang beriman itu berkata(menyeru) : "Hai kaumku, ikutilah Aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.



Bagaimana reaksi atas orang – orang yang melampaui batas ketika diantara mereka ada yang berkata dengan perkataan ayat tersebut diatas ?, ternyata ada diantara mereka ada yang membatah ; ‘kau pula yang mau diikuti sedangkan titelku lebih tinggi, sedangkan aku ulama terkenal, sedangkan aku lebih tua, atau sedangkan aku lebih berilmu , beramal dan beribadah dibandingkan kamu(orang yang beriman mengajak)’. Demikianlah bantahan dan sangkalan mereka kepada sang penyeru, padahal sang penyeru hanyalah diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan apa yang telah diamanahkan Allah kepadanya..



Seperti bantahan iblis terhadap Allah SWT ketika disuruh sujud kepada nabi Adam As.


Dengan kemulian pada diri iblis dia enggan dan sombang kepada seorang pembawa berita Tuhan yang dijadikan sebagai kalifah Allah dimuka bumi yang ia(Adam)nya ibarat seorang anak bayi yang baru lahir, tak mengerti apa-apa dan belumlah beramal beribadah apalagi berilmu, selain apa-apa yang diajarkan Oleh Allah tentang nama-nama. Apalah arti nama – nama yang telah diberitahukan oleh Allah dibandingkan orang yang telah banyak berbuat kebajikan, yang memiliki tabungan pahala yang tiada terkira. Adam bukanlah apa – apa. Adam hanyalah sebuah barometer atas keimanan seseorang dan menjadi mirzan atas orang yang beriman kepada Allah.. bila mereka menerima adam yang senantiasa ada disepanjang masa. Yang ia hidup disetiap zaman hingga bumi telah usai masanya. Yang adam sendiri berdiri pada para nabi, para rasul, para ulama pewaris nabi allah, pemimpin dimuka bumi atas perintah Allah…yang mereka semua ini adalah satu, ahad , esa, mukmin, islam



59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah ALLAH dan taatilah RASUL (Nya), dan ULIL AMRI di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.



73. Sesungguhnya kafirlah orang0orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari TUHAN YANG ESA. jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

seberapa besar ketaatanmu kepada Allah dilihat seberapa besar ketaatan kamu kepada rasul-rasul-Nya dan seberapa besar ketaatan kamu kepada para rasul-Nya dilhat seberapa besar kamu mentaati pemimpinmu(imam).

bagaimana caranya kamu mentaati Allah dengan cara mentaati rasulnya, bagaimana kamu mentaati rasulnya dengan cara mentaati pemimpin yang dari kamu mennyampaikan kalam-kalam Allah, yaitu ulama pewaris nabi.

inilah yang dikatan ESA dalam beribadah menaati perintah Allah.
bila kita bermaksud untuk membedakanya, Allah wajib untuk ditaati, rasulnya wajib untuk ditaati dan pemimpin tidak wajib untuk ditaati, inilah yang dikatakan mengatakan Allah Satu dari yang tiga.

Thauhid adalah berbeda yang menyampaikan namun satu yang disampaikan, berbeda wujud namun satu sebutan, yaitu Rasulullah..
sipakah rasulullah? rasulullah bukan hanya bapak Fatimah, melainkan :


151. Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.


namun ketika datang ulama pewaris nabi yang dia datang sebagai rasulullah yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.


maka menjadi kafirlah jika kamu membatah apa yang disampaikannya dan tidak percaya dengan apa yang disampaikannya.

33. Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?"

adam yang menerangkan nama-nama benda, jangan lupa, jasad kamu adalah benda yang telah diberi bentuk dan dihidupkan oleh nyawa.

nama seorang manusia ketika menyampaikan ayat-ayat Allah adalah rasul, itulah hukum Allah yang tak bisa dibantah, namun nama-nama itu dipata ketika dia mengikuti seseorang penyeru seraya mendengarkan dan mentaati wahyu yang dibacakannya. kemudia kita mengambil janji atau berjanji setia untuk mendengarkan dan mentaatinya,

kemudian diturunkan Allah surat Yasin bagi para pengikut perintah Allah.

1. Yaa siin
2. Demi Al Quran yang penuh hikmah,
3. Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul
4. (yang berada) diatas jalan yang lurus
5. yang diturunkan(ditugaskan) oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,
6. Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.

inilah sebab-sebab diatara kita ada yang memberi peringatan kepada kita agar kita menjadi orang yang lalai, mereka mengajak bersatu, kerena mereka telah ditetapkan berada DIATAS jala yang lurus, sehingga bukan hanya jalan yang tak lurus diajak, melainkan Orang yang merada dijalan yang lurus, yaitu golongan orang penuntut ilmu, Ahli ibada, para ustad, ulama dan kiai bahkan Para syeik, dan setelah mereka mau bersatu, maka mereka akan diberihaknya berdasarkan apa yang selama ini mereka kerjakan dan malah akan dilipat gandakan amal dari perbuatanya, bagi mereka yang mau bersatu, maka mereka akan menyapaikan apa yang rasul sampaikan, yaitu wahyu atas kemulian yang mereka dapati dengan turunnya YASIN kepada mereka. maka mereka dengan para rasul bukan lagi dua melainkan SATU, ESA, inilah mekJizat yang diturunkan Allah kepada NABI BESAR BAGINDA MUHAMMAD RASULULLAH SAW ANAK ABDULLAH,

tidak adalagi wahyu selain Al quran dan Muhammad bukanlah bapak seorang laki-laki diatara kamu(buka hanya bapak siQasim), melaikan rasulullah, jadi bila ada yang menyampaikan Al quran(wahyu Al quran) itulah muhammad rasulullah

muhammad yang menjadi penutup para nabi adalah muhammad yang hidup dimasa 14 aba yang silam dan yang menjadi muhammad penutup para nabi yang sekarang adalah para imam atau ulama atau pemimpin yang kamu mengucapkan 2kalimatsahadat dihadapannya.

1. Adam AS adalah Muhammad Rasulullah .
2. Idris AS adalah Muhammad Rasulullah
3. Nuh AS adalah Muhammad Rasulullah
4. Hud AS adalah Muhammad Rasulullah
5. Soleh AS adalah Muhammad Rasulullah
6. Ibrahim AS adalah Muhammad Rasulullah
7. Luth AS adalah Muhammad Rasulullah
8. Ismail AS adalah Muhammad Rasulullah
9. Ishak AS adalah Muhammad Rasulullah
10. Yakub AS adalah Muhammad Rasulullah
11. Yusuf AS adalah Muhammad Rasulullah
12. Ayub AS adalah Muhammad Rasulullah
13. Sueb AS adalah Muhammad Rasulullah
14. Musa AS adalah Muhammad Rasulullah
15. Harun AS adalah Muhammad Rasulullah
16. Zulkifli AS adalah Muhammad Rasulullah
17. Daud AS adalah Muhammad Rasulullah
18. Sulaiman AS adalah Muhammad Rasulullah
19. Ilyas AS adalah Muhammad Rasulullah
20. Ilyasa AS adalah Muhammad Rasulullah
21. Yunus AS adalah Muhammad Rasulullah
22. Zakaria AS adalah Muhammad Rasulullah
23. Yahya AS adalah Muhammad Rasulullah
24. Isa AS adalah Muhammad Rasulullah
25. Muhammad SAW adalah Muhammad Rasulullah

Ulama Pewaris nabi adalah Muhammad Rasulullah yang mengajak kamu masuk islam kaffah yang kamu menerimanya sebagai imam atas kamu dan berbaiat kepadanya maka kamu telah berbaiat kepada 25 nabi dan rasul, kamu taati dia, maka kamu telah mentaati 25 nabi dan rasul dan ketika kamu bersahadat ashadu ala ila ha ilallah muhammadurasulullah, yang menjadi muhammad rasul Allah atas kamu, buka hanya satu orang melainkan seluruh yang menyampaikan berita besar dan wahyu Al quran, SATU UNTUK SEMUA, SEMUA PADA YANG SATU, ESA. sedangkan kamu disuruh untuk beriman kepada para nabi dan rasul.



pemimpin akhir zaman yang namanya seperti nama nabi muhammad anak abdulah adalah Muhammad Rasulullah
kunyahnya(ucapanya) sama dengan kunyahnya(uacapan) nabi muhammad anak abdullah adalah :

Siapakah rasul ?

1. 40. Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu(adalah) Rasul yang mulia
2. 4. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan .

manaka dia?

3. 151. Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

ciri-ciri rasul secara umum:
1. tidak mengatakan " aku adalah seorang rasul"
2. berhati-hati kepada tukang fitnah, orang yang tukang fitnah akan mengatakan " sifulan mengaku rasul padahal dia cuma mengartikan apa yang didengarnya"
contoh:

158. Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk."


92. Dan supaya aku membacakan Al Quran (kepada manusia). Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barangsiapa yang sesat maka katakanlah: "Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan."


a. 49. Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu."

dapat disimpulkan dari tiga ayat diatas, bagi siapa yang membacakan, maka yang membacakan adalah rasul dan itu benar.ingat itu kata ayat bukan perkataan hawa nafsunya. dia hanya menyampaikan apa yang dari Allah, bukan menagaku-ngaku, ayatlah yang menjelaskan siapa dirinya.

maka, lihatlah apa yang disampaikanya Al qurankah atau pendapatnya.

memang apa yang diberitakan ini sungguhlah berat untuk diyakini :

143. Dan demikian Kami telah menjadikan kamu , umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

demikian jugalah bagi mereka yang bekiblat kepada isa, musa, ibrahim, yusuf, dan nabi-nabi lain, ketika datang nabi Muhammad mereka disuruh untuk berkiblat kepada muhammad, sangatlah berat, namun bagi yang beriman kepada Allah dan Si Akhir. dengan berkiblat kepada muhammad mereka telah berkiblat kepada rasul sebelumnya dan ini menjadi bukti bila mereka hidup dizaman nabi sebelumnya mereka mengimaninya, begitu juga sekarang, mereka berkibalat kepada Baginda rasulullah diminta untuk berkibalat kepada penerusnya yang menyampaikan Al quran sebagai bukti keimanan mereka jika mereka hidup dijaman rasul dahulu.

jadi bila kamu menetang penerusnya maka kita tak ubahnya pengiktu isa yang menetang kedatangan muhammad.

6. mereka berkata: "Hai orang yang diturunkan Al Quran kepadanya, Sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila




Seringkali jika datang seseorang yang mengajak untuk ikut dengan cara menyaampaikan al quran, mereka senantiasa memjawab dengan perkataan yang tidak baik.


Perkataan mereka terabadikan didalam al quran dan diwariskan secara turun temurun kepada orang-orang senantiasa mendustakan para pembawa berita besar.



32. dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah Maka Dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata".



21. dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang diturunkan Allah". mereka menjawab: "(Tidak), tapi Kami (hanya) mengikuti apa yang Kami dapati bapak-bapak Kami mengerjakannya". dan Apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)?



156. (kami turunkan Al-Quran itu) agar kamu (tidak) mengatakan: "Bahwa kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan saja sebelum Kami, dan Sesungguhnya Kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca[523].




116. dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara Dusta "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah Tiadalah beruntung.



Setiap kebohongan yang terucap yang bermaksud untuk untuk kebaikan merupakan kebohongan terhadap kebenaran itu sendiri, * sampaikanlah kebenaran walaupun itu terasa pahit..) sering kita dengar ucapan berbohong untuk kebaikan, ini merupakan suatu cara untuk mengingkari akan kebenaran yang didatangkan melalui para rasul dengan cara mengikuti hawa nafsu atau segala prasangka yang ada pada diri sebagai bukti belumlah kebenaran itu turun pada dirinya yaitu al quran yang menjadi petunjuk sekalian manusia.



Suatu pelarangan yang tidak berasalkan dari Allah merupakan kebohongan terhadap Allah yang dimana pelarangan tersebut membatasi akan kekuasaan Allah yang telah mendatangkan petunjuknya kepada manusia, dan janganlah kita berlebih lebihan dalam mengerjakan kebaikan yang dimana kebaikan yang dijalankan bukan bersarkan takwa melaikan berdasarkan ilmu, amal dan ibadah alias prasangka. Benarnya ilmu amal dan ibadah yang kita jalankan bila tanpa adanya seseorang yang menjadi saksi yang menyeru kepada kebenaran yang mereka didalam mesjid adalah amirulmukminin atau para imam, yang antara mereka yang mengerjakan kebaikan dengan para imam tanpa ada ikatan sama sekali merupakan suatu kedustaan yang menjadi perbuatan sia sia, tapi bila mereka dengan salah satu imam tersebut ada suatu ikatan yang nyata, mereka mengikrarkan kebenaran tersebut dengan mendengarkan dan mentaati, kemudian imam menyeru(memerintahkan suatu perbutan) pada kebenaran, itulah takwa, yang setiap ibadah dilajankan atas dasar perintah.



73. Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada kamilah mereka selalu menyembah,


Jika kamu tidak mau beriman kepada para imam(ikut,tunduk atau berserah diri) dan malah mengingkarinya dengan perbuatan yang kamu kerjakan yaitu beribadah sendiri – sendiri dengan tidak mau pila bermakmum (bersatu)


Dan bila hanya berpikir wahyu itu hanya sampai kepada Muhammad SAW.. dan Cuma Muhammad SAW yang mnerima wahyu, maka para pemimpin itu akan menjawab dengan kalam tuhannya :



50. Katakanlah: "Jika aku sesat Maka Sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk Maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha mendengar lagi Maha Dekat".




Dari para pemimpim tersebutlah datangnya perintah mengerjakan kebaikan, sembayang, dan menunaikan zakat bila telah berjanji berdasarkan wahyu, yang zakat tersebut bermula dari kami dengar dan kami taati berakhir pada berjuang dengan harta dan diri, sedangkan harta dan diri telah dibeli oleh Allah dengan surga melalui para saksi yaitu yang menjadi imam atas diri dan menjadi pemimpin dalam kehidupan yang menuntun manusia kepada jalan yang lurus.

dan janganlah kamu ketika di ajak untuk bersatu, kamu malah menolaknya apalagi persatuan itu dikerenakan perintah Allah yang berasal dari ayat Al quran yang dibacakan:

104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.



Mereka memandang baik perbuatan yang buruk dan mereka hanyalah mengikuti prasangka dan setan memberikan janji – janji palsu,


Apakah kamu tau jalan yang lurus..
bila iya.. mengapa kamu tidak mengajak umat kepada jalan yang lurus.. dengan berkata kepada mereka :

38. Orang yang beriman itu berkata: "Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.

tapi, sebelumnya adakah atau siapakah orang yang beriman atas kamu yang mengajak kamu untuk ikut sehingga kamu bisa menyaimpaikan apa yang disampaikan kepadmu sehingga yang mengikuti kamu adalah sebagai bukti bahwasanya mereka mentaati ayat Allah.

Minggu, 29 Maret 2009

KHUTHBAH SHALAT ‘IDUL ADHHA

Himpunan Pemuda Sinar Syahid

Himpass-sumtara utara-medan

KHUTHBAH SHALAT ‘IDUL ADHHA

Tahun 1428 H / 2007 M

Oleh ALJABIR

Allaahu Akbar ….9 x, Allaahu akbar kabira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiila, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, allaahu akbar wa lillaahil hamd Alhamdulillaahilladzii arsala rasuulahu bil hudaa wa diinil haq, liyuzhhirahuu ‘alad diini kullihii walau karihal musyrikuun. Ashhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah wa ashhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluh. Allahumma shalli wa sallim wa baarik ’alaa saiyyidinaa Muhammad, wa ’alaa aalihii wa shahbihii ajma’iin.

Amma ba’du, fayaa ‘ibaadallaah, ittaqullaaha haqqa tuqaatih wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun. Yaa aiyyuhalladziina aamanuu, athii’ullaaha wa athii’ur rasuula wa ulil amri minkum; fa in tanaaza’tum fii syai-in farudduuhu ilallaahi war rasuuli inkuntum tu`minuuna billaahi wal yaumil aakhir; dzaalika khairun wa ahsanu ta`wiila. Qaalallaahu ta’aala fii kitaabihil kariim, A’uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim. Bismillaahir rahmaanir rahiim

Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya kebenaran) Al Quran itu. pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al Quran itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu sesungguhnya telah datang Rasul-Rasul Tuhan kami membawa yang hak, Maka Adakah bagi kami pemberi syafa’at yang akan memberi syafa’at bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?. Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka Tuhan-Tuhan yang mereka ada-adakan.

Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.

Dikumandangkan kepada kamu sekalian Pemberitaan yang dari Tuhanmu ini, supaya kamu mengetahui bahwa sekalian umat manusia ini sedang menunggu kedatangan seorang anak manusia yang ianya memerintah dikerajaan Bumi Allah ini dengan Kalam Tuhannya. Semua manusia menunggu kedatangan seorang anak manusia yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Semua manusia menunggu seorang anak manusia yang dapat menyatukan semua manusia dimuka bumi ini dengan menjalankan apa yang mereka sangka adalah suatu kebenaran.

Sebahagian manusia menunggu kemunculan Imam Mahdi yang sangat mereka yakini Imam Mahdi akan memimpin mereka memerangi orang kafir. Sebahagian manusia menunggu turunnya ‘Isa dari langit yang sanggup membunuh Almasihud Dajjal. Sebahagian manusia menunggu kedatangan sang Ratu Adil sehingga memerintah Indonesia ini dengan adil. Ada yang menunggu reinkarnasinya sang Buda Sidarta Gautama sehingga bumi dipenuhi dengan keindahan budi pekerti. Ada yang menunggu Kresna kembali meluncurkan anak panahnya yang sanggup menembus jantung dan hati orang-orang yang durjana. Dan banyak nama lagi yang ditunggu manusia di muka buni ini.

Semua nama yang kamu tunggu-tunggu itu tak lain tak bukan adalah nama Allah yang menciptakan langit dan bumi dan yang ada diantara keduanya, bahkan yang menciptakan dirimu, bahwa dengan namaNya aku menyampaikan kepadamu sekalian salam dari Tuhan yang Maha Penyayang. Dengan kasih sayang Tuhanmu, maka aku datang kehadapanmu sekalian menyampaikan apa yang dari padaNya, supaya kamu mau bersatu dalam kasih sayang Tuhan.

Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.

Aku datang kepadamu untuk mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga tidak ada yang membantah melainkan orang-orang kafir. Aku datang bukan memerangi orang kafir seperti yang kamu kata orang lain adalah orang kafir, sehingga berusaha kamu dengan berbagai cara membunuh, memfitnah bahkan mengusir orang dari kediamannya yang ini sangat dilarang oleh Alqur`an namun kebanyakan kamu menyangka ini adalah perbuatan yang mulia. Kebanyakan kamu mengikuti langkah syaithan yang memandang baik perbuatan yang buruk dan sebaliknya memandang buruk perbuatan yang baik.

Aku datang kepadamu untuk mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga nyata Dajjal yang selama ini bersembunyi dengan kebohongan-kebohongan dalam agama. Maka setelah nyata Dajjal, mudah-mudahan para pengikutnya mau diajak kepada agama Allah. Mereka membuat kebohongan dengan mengatakan: “taqwalah kamu kepada Allah dan Rasul” sehingga samar entah siapa yang mau diikut karena Rasulnya tidak ada lagi. Akhirnya mereka hanya berpedoman dengan ilmu, amal, ibadah, yang telah mereka perbuat sedari nenek moyang mereka. Jika ada yang berbuat tak seperti ilmu, amal, dan ibadah, yang mereka perbuat, maka difatwakanlah sesorang tersebut kafir atau sesat atau dengan kalimat-kalimat keji lainnya.

Aku datang kepadamu untuk mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga ketika aku mengumandangkan sama seperti apa yang dikumandangkan pendahulu-pendahulu sebelumku yaitu pewaris Nabi-Nabi: “taqwalah kamu sekalian kepada Allah dan Rasul”, maka orang yang beriman sangat mengetahui siapa yang diikutinya. Mereka tidak menyombongkan diri dengan ilmu yang telah dituntutnya, tidak menyombongkan diri dengan amal yang telah diperbuatnya, tidak menyombongkan diri dengan ibadah yang dikhidmatkannya, dengan kekuasaan yang sedang dijabatnya, dengan harta hasil usahanya, dsb. Bahkan mereka berserah diri, menundukkan diri, taslim, Islam, seraya berikrar dengan lisannya: “Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah” “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah”.

Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.

Aku datang kepadamu untuk mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga setelah kamu mengikutiku, maka kamu akan berbuat dengan apa yang disenangi Tuhanmu. Kamu akan sangat segan dan takut berbuat apa yang dilarang Tuhanmu, begitulah akhirnya orang-orang yang beriman mempunyai budi pekerti yang indah dan luhur sesuai atas petunjuk Allah dan Rasul, bukan hanya sekedar dengan petunjuk akal nafsu yang selama ini diperolehnya dari yang diketahuinya.

Aku datang mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga tersentuhlah hati orang-orang yang mencari kebenaran. Tersadarlah mereka dari apa yang selama ini mereka perbuat. Orang lalai tersadarkan bahwa sia-sia apa yang mereka perbuat sedang mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat yang sebaik-baiknya. Bahkan masuk neraka bagi orang-orang yang shalat, ketika dikumandangkan Alqur`an mereka masih mengatakan: “sebelumnya ini sungguh telah datang Rasul-Rasul Tuhan kami dengan membawa kebenaran”. Pada hal aku tidak pernah mengatakan dulu belum pernah datang Rasul, bahkan aku membenarkan Rasul-Rasul terdahulu yang mereka juga mengumandangkan seperti apa yang aku kumandangkan sekarang ini kepadamu. Namun orang lalai sedari dulunya marah ketika diberi peringatan dengan Kalam-Kalam Tuhan. Mereka tetap bertahan dengan apa yang yang mereka dapatkan dari nenek-nenek moyang mereka menyembah walaupun nenek moyang mereka tidak sekalipun mau berfikir melainkan hanya dogma-dogma dan tidak pernah mendapatkan petunjuk dari Allah melainkan thagut dengan iming-iming surga.

Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.

Thagut dengan si Dajjalnya membuatkan dogma dan iming-iming kepada pengikutnya, mudah-mudahan kita mendapat syafaat di yaumil akhir kelak pada seiap khuthbah Jum’at atau ketika mereka berpidato dsb. Padahal tidak berhak mereka mendapat syafa’at melainkan orang yang telah mendapatkan janji dari sisi Tuhan yang Pengasih. Thagut dan si Dajjalnya membuatkan dogma dan iming-iming kepada pengikutnya bahwa jika mereka mengamalkan amalan shalih seperti apa yang diamalkan salama ini mereka akan masuk surga. Padahal Apakah kamu menyangka bahwa kamu masuk surga sebelum didatangkan apa yang didatangkan kepada orang sebelum kamu, sehingga Rasul dan orang-orang yang percaya bersamanya berkata: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ketahuilah, pertolongan Allah amat dekat.

Sungguh mereka merugikan diri mereka sendiri dengan mengikuti dogma-dogma thagut, iming-iming Dajjal yang dengan fitnahnya yang paling populer :

· Rasul tidak ada lagi, padahal dengan keberadaan Rasul ditengah-tengah kamu itulah sebagai syarat bahwa ada surga sebagai cita-cita orang berakal.

· Wahyu tidak ada lagi, supaya ketika aku kumandangkan Wahyu Ilahi, Kalam Allah, Alqur`an kamu membantahnya dengan ilmu, amal dan ibadah.

· Pemimpin tidak wajib dipatuhi, sehingga kamu membuat kerusakan dimuka bumi Allah ini dengan kedok beramal shalih.

Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.

Wahai orang-orang yang lalai, sungguh kamu telah merugikan dirimu sendiri dan sis-sialah, rusak binasalah apa yang selama ini kamu ada-adakan ketika aku sampaikan kepada kamu sekalian pemberitaan kebenaran Alqur`an ini kamu masih dilalaikan dengan mengatakan: “Dulu telah datang Rasul-Rasul Tuhan kami membawa kebenaran”. Lenyaplah dari mereka Tuhan-Tuhan yang mereka ada-adakan dengan mentiadakan Rasul setelahnya dan mentiadakan Pemimpin yang dipatuhi. Mereka mengada-adakan Tuhan yang namanya Allah tapi mentiadakan Rasul dan Pemimpin, padahal Tuhan memang ada yang namanya Allah, terbukti dengan didatangkannya Rasul untuk memimpin manusia dimuka bumi Allah ini. Jika penduduk negri ini beriman dan bertaqwa, niscaya Kami akan bukakan ke atas mereka keberkatan dari langit dan bumi, namun mereka masih meragukan bahkan mendustakan, maka Kami ‘adzab mereka dengan isu pemanasan global disebabkan perbuatannya yang meragukan dan mendustakan.

Aku undang Ratu Balqis, Pemimpin negri ini, dengan Kalam Tuhan:

Innahuu min sulaimaana wa innahuu bismillaahir rahmaanir rahiim.

Allaa ta’luu ‘alaiyya wa`tuunii muslimiin.

Sesungguhnya surat itu dari SuIaiman dan sesungguhnya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang Islam.”

namun yang datang hanya intel-intelnya.

Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.

Baarakallaahu lii wa lakum fil qur`aanil ‘azhiim. Wanafa’anii wa iyyakum bimaa fiihi minal aayaati wadzdzikril hakiim. Wataqabbala minnii wa minkum tilaawattahu, innahu huwas samii’ul ‘aliim. Aquulu qauli hadzaa, fastagfiruuh, innallaaha gafuurur rahiim.

KHUTBAH ke-2

Allaahu akbar …7 x kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiila. Alhamdulillaahilladzii anzala ‘alaa ‘abdihil kitaaba wa lam yaj’allahu ‘iwaja.

Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu rasuuluh.

Allaahumma shallii wa sallim wa baarik ‘alaa saiyyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa ashhaabihii ajma’iin.

‘amma ba’du fa yaa ‘ibaadallaah : ittaqullaaha mastatha’tum, wa saari’uu ilaa magfiratir rabbil ‘aalamiin.

Fa qaala ta’aala : innallaaha wa malaa-ikatahuu yushalluuna ‘alannabiyy, yaa aiyyuhalladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimu tasliimaa.

Allaahumma shallii wa sallim wa baarik ‘alaa saiyyidinaa Muhammad, saiyyidil mursaliin, wa ‘alaa aalihii wa ashhaabihii wa azwaajihii wa dzurriyyatihii ajma’iin. Wardhallaahumma ‘alaa arba’atihil khulafaa-ir raasyidiin, Abii bakrin wa ‘umara wa ‘utsmana wa ‘aliy, wa ‘alaa baqiyyatish shahaabati wattaabi’iin, wa taabi’it taabi’iin waman tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin, wa ‘alainaa birahmatika yaa arhamar raahimiin.

Allaahummashlih wulaati jamii’il muslimiin, wanshuril islaama wal muslimiin, wa ahlikil kafarati wal musyrikiin, wa a’li kalimatika ilaa yaumid diin.

Allaahummagfir lil muslimiina wal muslimaat, walmu`miniina wal mu`minaat, al ahyaa-i minhum wal amwaat, innaka samii’un qariibun mujiibud da’waat, wa yaa qaadhiyal haajaat. Rabbanaa aamannaa bimaa anzalta wattaba’nar rasuula faktubnaa ma’asy syaahidiin.

‘ibaadallaah. Innallaaha ya`murukum bil ‘adli wal ihsaan, wa iitaa-idzil qur`baa wa yanhaa ‘anil fahsyaa-i wal munkari wal bagy. Ya’iizhukum la’allakum tadzakkaruun, fadzkurullaaha yadzkurkum wad’uuhu yastajiblakum wa ladzikrullaahi akbar. Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

Selasa, 17 Februari 2009

Berita Besar ( Pemimpin Telah Datang )



Berita Besar(annaba)

ﻣﺗﻧﻜﺎﻣﻤﺍﺭﻴﺛﻛ ﻣﻜﻟ ﻦﻳﺑﻳﺎﻧﻟﻮﺴﺮ ﻢﻜﺀﺂﺠ ﺩﻗ ﺏﺗﻛﻟﺍ ﻝﻫﺍﺂﻴ
ﷲﺍﻥﻣ ﻤﻜﺀﺎﺟ ﺩﻗ ﻩﺭﻳﺛﻛ ﻥﻋﺍﻭﻓﻌﻴﻭ ﺐﺘﻜﻠﺍﻥﻣﻥﻭﻔﺧﺘ
١٩ ﺓﺪﺌﺂﻣﻟﺍ. ﻥﻳﺑﻣﺐﺗﻛﻭﺭﻭﻧ


“ Hai ahli kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul kami, menjelaskan (syariat kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) Rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan , “ Tidak datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan”, sesungguhnya telah datang kepadamu seorang pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”



Segala puji dan kemuliaan hanya bagi Allah Tuhan Semesta Alam yang setiap saat memberi dan mengatur umat-Nya bagi makhluk-Nya (hamba-Nya) dengan tanpa kecuali apapun. Semoga kita semua diberi kesehatan dan keselamatan sehingga kita semua dapat kesempatan menuju kepada yang lebih baik. Rasulullah pun berkehendak agar kita semua lebih baik dari pada hari kemarin.


Demikian pula shalawat beriring salam kita panjatkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW dimana telah membawa kita semua dari alam gelap gulita (jahiliyah) kepada yang alam terang benderang (kebenaran). Untuk kesekian kalinya dalam berita besar ini saya mengajak kepada semua saudaraku baik yang didalam negeri ataupun diluar Nusantara Republik Indonesia tercinta ini yang telah dapat menerima berita besar ini semoga dapat mengingat dan merenungkan kembali akan kejadian demi kejadian (peristiwa) yang dialami saudara-saudara kita baik dari Aceh Darussalam (NAD) dengan gelombang sunaminya yang membawa korban hingga ratusan ribu jiwa, dikepulauan Nias dengan gempa buminya, dikepulauan madura dengan angin putting beliungnya dan kebakaran di sana sini begitu pula teror bom dan sebagainya.

Dengan demikian sepertinya lengkaplah suda dari empat unsur air, api, tanah, dan angin untuk memporakporandakan sebagian daerah tempat tinggal saudara kita baik di luar maupun di dalam negeri.


Maka untuk itu marilah kita kembalikan kepada Allah. Dimana yang namanya Allah itu adalah utusannya yang akan datang kepada kita semua ialah pemimpin yang dari kamu (dari kalanganmu) yang akan mengumandangkan ayat-ayat Tuhan dengan jelas karena beliaulah yang akan mengembalikan semua kejadian ini kepada Al Qur’an disebabkan Al Qur’an yang akan menjelaskan segala sesuatu bukan sesuatu menjelaskan Al Qur’an baik ilmu syarat, bayan, mantik ataupun nahu

(Qs, 12:111).

“Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota sebelum dia mengutus di Ibu Kota itu seorang utusan (Rasul) yang membacakan ayat-ayat kami kepada mereka dan tidaklah kami membinasakan kota-kota melainkan penduduknya melakukan kedzaliman.” (Qs 28:59).


Melakukan kedzaliman adalah mengingkari (meragukan) dengan apa yang didatangkan oleh Tuhan melalui Utusannya. Dan Allah SWT tidak susah menurunkan sesuatu kepada kita semua baik berupa rezki ataupun anugerah, bencana bahkan seorang Utusan (Rasul, Khalifah, Imam, Pemimpin) sekalipun untuk kesejahteraan umatnya sampai-sampai Tuhan menegaskan kepada kita semua sesuai dengan firmannya:


“Kami tidak mengutus seorang Rasul pun melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka…….” (Qs 14:4)

Dan untuk menyatakan bahwa kalam Tuhan itu pasti maka Tuhan menegaskan kepada kita semua tentang datangnya seorang Utusan yang bunyinya :


“Hai Golongan jin dan manusia apakah ada yang datang kepadamu seorang Utusan (Rasul) dari golongan mu sendiri yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat ku dan memberi peringatan kepadamu tentang pertemuanmu dengan hari ini….” (Qs 6 130)


Kedatang Utusan tersebut sudah dibarengin dengan berbagai tanda itupun bagi orang yang beriman (percaya) yang dapat menjadikan semua jadi pelajaran tentang apa yang diperumpamakan Tuhan dalam alam semesta ini termasuk muculnya bintang Ahmad (mas) tiga tahun yang lewat dan datangnya gerhana matahari dan bulan yang terjadi satu bulan secara bersamaan yaitu Oktober 2005, munculnya fenomena renkarnasi Budha di Nepal (india) dan Patung Bunda Maria mengeluarkan air mata darah (Italia) beberapa waktu lalu.Diharapkan kita semua akan menyambut gembira atas datangnya Utusan tersebut dan menerima dengan apa yang didatangkan oleh Tuhan sehingga kita tidak membatasi ilmu dan kuasa Tuhan seperti dalam Al Qur’an Tuhan mengatakan :


“Sesungguhnya telah datang yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan tetapi senantiasa kamu ragu dengan apa yang dibawakannya kepadamu sehingga ketika ia wafat kamu mengatakan : Allah tidak akan mengutus seorang Rasulpun setelahnya. Demikianlah Allah menyesatkan orang yang melampaui batas dan ragu-ragu” (Qs 40:34).


Padahhal Tuhan mendatangkan Utusan (penyeru, saksi, ,khalifah, pemimpin, dsb) itu atas dari pada permintaan kita sendiri dapat saya contohkan kalaulah bangsa Indonesia 80% mukmin maka sehari semalam kita berdoa dalam surah fatihah ayat 6 dan 7 sebanyak 5 kali yang wajib yaitu tunjukilah kami jalan yang lurus yaitu jalan orang-orang yang engkau beri nikmat atas mereka. Dengan demikian tentulah Tuhan mengabulkan permintaan hambanya, dikarenakan Allah senantiasa mengabulkan do’a atas orang mukmin tersebut. Namun apakah kita ketika pengabulan itu dilaksanakan mau menerimanya dengan sepenuh hati?, dengan didatangkan-Nya orang (penyeru, ulama, khalifah, pemimpin) tersebut yang mungkin saja tidak sesuai dengan hawa nafsu kita atau kita katakan saja Ia ummi (bodoh) atau hal lain yang mungkin tidak bisa kamu terima. Namun yang pasti Ia akan menjelaskan kepadamu ayat-ayat Tuhan dengan jelas dan terang.


Bahkan mungkinkah umat Islam akan percaya dengan Al Qur’an yang akan dibacakan dengan jelas dan terang atau bahkan kita akan mengatakan ?!.

.“Dan apabila dibacakan dihadapan mereka ayat-ayat kami yang terang, niscaya kamu akan melihat tanda-tanda keingkaran pada muka orang-orang yang kafir itu, hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat kami dihadapan mereka……” (Qs 22: 72),
Atau mungkin saja kita mengambil sikap yang seperti ini !.,


“Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat kami mereka berkata ini adalah dongengan orang-orang dahuhlu kala” ( Qs 68: 15)


.Yang kami harapkan saudara tidak menjadi orang yang berkata demikian. Dan satu hal yang perlu kami sampaikan bahwa Semua manusia itu adalah khalifah dan diantara khalifah ada yang dilebihkan dari yang lain, dan itu hanya satu orang, namun dari satu orang inilah nanti akan terpancar kepada yang lain dan dari yang lain akan terpancar kepada yang lain pula dan seterusnya dan itulah kekuasaan Tuhan yang motivasinya adalah berdirinya agama yang sebenarnya.

Seuntai Sabda Rasulullah SAW yaitu “seratus tahun sekali Allah akan menurunkan Mujjadid baru, dimana mujjadid adalah orang yang akan membawakan keislaman sepertiaku ini”. Ini artinya yang terjadi pada Rasulullah SAW kemungkinan besar akan terjadi pula kepada mujjadid tersebut bisa-bisa terusir dari tempat tinggalnya atau mungkin lebih parah dari hal tersebut dapat kita lihat bersama tentang perjalanan beberapa imam dan ahli sufi terdahulu apakah itu syeikh Abdurrauf Singkil (Aceh), imam syafii, hanafi, maliki dan seterusnya yang mereka semua mendapatkan tantangan dalam mendirikan agama Allah ini.


﴾٧ ﻣﻮﺮﻟﺍ﴿ ﻥﻮﻠﻔﻏ ﻤﻫ ﺓﺮﺧﻻﺍ ﻥﻋ ﻤﻫﻮ ﺎﻴﻧﺪﻟﺍ ﺓﻮﻴﺣﻟﺍ ﻥﻣ ﺍﺭﻫﺎﻈ ﻥﻮﻤﻠﻌﻴ


“Mereka hanya mengetahui yang zhahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.

”Begitu pula sekarang ini akan kami kabarkan kedatangan pemimpin itu, namun apakah saudara-saudara sekalian mau untuk mendatanginya atau malah memungkirinya. Dan perlu untuk diterangkan bahwa


“Muhammad adalah utusan Allah yang bukan bapak dari seorang laki-laki diantara kamu dialah Rasulullah kunci dari segala pembawa berita (Nabi)” (Qs 33: 40).


Pada jasadnya bisa saja sipolan bin polan apakah itu Muhammad bin Abdullah, Abu bakar, utsman, umar, ali, imam ghazali, hanafi, syafii dan seterusnya, namun pada bathiniah mereka adalah pesuruh Allah pembawa berita (Nabi) dan penerus risalah ketuhanan. Sehingga tidak ada jalan bagi manusia untuk kepada Allah melainkan mendatangi Utusannya dan pemimpin yang dari kamu yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat Tuhan dengan terang dan jelas.


Dan pemimpin telah datang yang i Beliau berasal dari negeri Asia Tenggara tepatnya Indonesia Timur, Propinsi Sumatera Utara Drs Syeikh Al Akhi Al Mukarram Muhammad Zubir Amir Al Kholidi Jum’atul Jabir.

2. KEKAFIRAN (Keingkaran)


ﺍﻭﺭﻔﻜ ﻥﻳﺬﻟﺍ ﻻﺍ ﷲﺍ ﺖﻳﺍ ﻲﻔﻞﺪﺎﺠﻳ ﺎﻤ .ﺩﻼﺒﻠﺍ ﻰﻔ ﻣﻬﺑﻠﻘﺗ ﻚﺭﺮﻐﻴ ﻼﻔ


“Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu” (Qs 40:4)


Disini akan kami jelaskan kepada saudara-saudara sekalian bahwa yang dimaksudkan oleh Allah itu sudah sangat jelas, dimana sebenar-benar orang kafir itu adalah orang yang mendebat ayat-ayat Allah. Artinya sekarang coba kamu singkirkan sejenak pemikiran kolot (tua) yang selama ini kamu katakan bahwa orang kafir itu adalah orang diluar Islam atau yang sering kamu katakan Amerika, Australi Rusia dan sebagainya, yang pada akhirnya kamu menjadi berbuat anarkis terhadap suatu kaum. Teror-teror yang belakangan ini sangat marak dimedia informasi yang kebanyakan dilakukan oleh oknum yang katanya orang Islam, sangat membuat keadaan menjadi kacau dan resah, dan ini disebabkan oleh ajaran Islam yang sebenarnya belum sampai (baligh) kepada seluruh manusia. Dan ajaran Islam yang sebenarnya mengatakan bahwa kekafiran (keingkaran) itu telah berada didalam jiwa tiap-tiap orang tidak terkecuali orang yang mengatakan dirinya Islam itu sendiri, dikarenakan ketika sampai (baligh) kepadanya ayat-ayat Allah (Al Qur’an) yang disampaikan melalui perantaraan seseorang kebanyakan kamu mendebat bahkan mungkin kamu ingin membunuhnya. Disinilah letak kekafiran tiap-tiap manusia seketika itu juga tidak perduli apakah itu kamu katanya Islam atau bukan Islam yang ketika kamu mengingkarinya maka pastilah (otomatis) kamulah yang kafir itu.


Bukan saya salahkan pendapatmu tentang kafir itu adalah orang diluar Islam, namun dengan ayat tersebut diatas sangat jelas dan sangat terperinci lagi tentang kekafiran itu sebenarnya, disinilah kita butuh sebuah pemahaman tentang manakah Islam yang sebenarnya (hakikat) Islam, dan mana yang kafir, munafik, setan, bahkan perumpamaan binatang sekalipun oleh Allah, jika kamu orang yang mau berpikir dan mengetahui.


Pada maujudnya (dzohir) mungkin tubuh itu adalah manusia namun pada sifatnya (Bathiniah) kamu telah memakai yang namanya diluar manusia itu, sehingga kamu sendiri tidak menyadari bahwa kamu sudah keluar dari iman dan Islam, dan itulah hari kiamat (hari didirikannya kebenaran) yang dalam satu riwayat mengatakan bahwa ketika hari itu tiba kamu tidak sadar bahwa ketika itu iman sudah keluar dari dirimu.Keterangan ini akan saya perkuat dengan kalam yang berbunyi:


“ Dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada malaikat,” sujudlah kamu kepada adam “,maka sujudlah mereka kecuali iblis ‘,ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang kafir” (Qs 2:34).


Dan tindakan Bom bunuh diri yang diterapkan beberapa waktu lalu oleh sekelompok kaum itu adalah tindakan bodoh dan tindakan orang yang tidak mengetahui jihad yang sebenar-benar jihad.


Bagi Allah amat mudah dalam menentukan siapa yang kafir dan siapa yang beriman, siapa yang pantas masuk surga dan siapa yang pantas masuk neraka, nah sekarang keterangan ayat-ayat Allah ini telah sampai kepada saudara, apakah itu langsung atau perantaraan kertas ini. Namun kami tanyakan kepada saudara apakah saudara mau mempercayainya atau sebaliknya?, itu saya kembalikan kepada saudara sekalian. Tapi ingat!.. kekafiran, kemunafikan, dan sebagainya telah berdiri didalam diri saudara ketika saudara mengingkari keterangan dan ayat-ayat Allah.


﴾٥٣ ﻑﺍﺮﻋﻷﺍ﴿ﺎﻨﺑﺭ ﻞﺳﺭ ﺖﺋﺎﺟ ﺪﻗ ﻞﺒﻗ ﻦﻣ ﻩﻮﺴﻧ ﻥﻳﺬﻟﺍ ﻝﻮﻘﻳ ﻪﻠﻳﻭﺄﺗ ﻲﺗﺄﻳ ﻣﻮﻳ ﻪﻠﻳﻭﺄﺘ ﻻﺍ ﻥﻭﺮﻈﻧﻳ ﻞﻫﺍﻭﺮﺴﺧ ﺪﻗ ﻞﻤﻌﻧ ﺎﻨﻛ ﻱﺬﻠﺍ ﺮﻴﻏ ﻞﻤﻌﻨﻓ ﺩﺭﻧ ﻭﺍ ﺎﻨﻟﺍﻮﻌﻔﺸﻴﻓ ﺀﺎﻌﻔﺷ ﻦﻣ ﺎﻨﻠ ﻞﻬﻓ ﻖﺤﻠﺍﺎﺑﻥﻮﺮﺘﻔﻳ ﺍﻮﻧﺎﻛ ﺎﻣ ﻤﻬﻨﻋ ﻞﺿﻭ ﻤﻬﺴﻔﻧﺍ“


Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (datangnya kebenaran pemberitaan) Al-Qur`an itu. Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al Qu`an itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya, sebelum itu (dulu) sungguhlah telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang haq, maka adakah bagi kami pemberi syafa’at yang akan memberi syafa’at bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (dipalingkan) sehingga kami ber’amal yang lain dari yang pernah kami ‘amalkan?. Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan”.


Bagi siapa saja yang menyebarkan dan memperbanyak Lembaran Berita Besar ini sebanyak-banyaknya sesungguhnya Allah akan memberikan kepadanya syafa’at di dunia sebagai cerminan di Akhirat dan begitu pula sebaliknya maka janji Allah kepada yang menentang dan mengingkari Berita Besar ini adalah azab yang sangat pedih yang tidak pernah didapatnya dari kaum-kaum terdahulu (sebelumnya).

Al Jabir